Langsung ke konten utama

Hadapi Ujian dengan Sabar dan Berdamai Dengan Kenyataan Hidup

 


Life is never flat, seperti itulah kalimat yang sering kita dengar. Life is never flat berarti bahwa hidup ini memang nggak akan pernah datar, bisa saja penuh dengan gelombang pemasalahan. Hidup ini nggak sehalus jalan tol, bisa saja terjal penuh dengan ujian. Tapi meskipun hidup ini penuh dengan ujian, bukan berarti bahwa hidup itu tidak indah, cenderung menyesakkan dada dan memunculkan perasaan tidak enak dan lain sebagainya. Menangis ketika sedang ditimpa masalah adalah sesuatu yang wajar. Hal tersebut bukanlah sebuah aib, terlebih lagi bila mengingat bahwa kita semua adalah manusia biasa yang punya keterbatasan. Namun meskipun demikian, kita harus tetap berusaha untuk bisa berdamai dengan kenyataan hidup.

Faktanya, tidak sedikit orang yang cenderung sulit untuk menerima kenyataan hidupnya sendiri. Banyak sekali orang yang merasa sangat berat menanggung beban hidupnya hingga akhirnya depresi, bahkan ada pula yang mendekam di penjara dan berakhir di rumah sakit jiwa. Padahal semua itu seharusnya tidak perlui terjadi jika kita bisa menerima kenyataan hidup kita sendiri. Berpikirlah bahwa kita bukan satu-satunya orang yang menderita di jagad ini. Bersyukurlah bahwa di luar sana masih ada orang yang bisa jadi lebih menderita daripada kita. Berpikirlah dengan rasional juga bahwa bukan hanya kita yang harus bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hanya saja yang membedakan adalah tingkat ketahanan kita, apakah kita bisa menerima semuanya dengan sabar, ataukah tidak? Apakah kita bisa berdamai dengan kenyataan hidup ataukah cenderung depresi menerima kenyataan hidup kita yang sepahit empedu?

Mungkin kita pernah sesekali protes kepada Tuhan, menolak mengapa semua ini harus terjadi kepada kita? Pasalnya, kalau semua orang ditanyai terlebih dahulu apakah dia mau hidup susah di dunia? Apakah dia mau hidup miskin dan menderita di dunia? Maka tidak ada satupun manusia yang mau dilahirkan dalam keadaan serba kekurangan dan serba kesulitan. Di sinilah kita harus mengakui kelemahan kita, bahwa kita ini hanya makhluk Tuhan yang tidak punya daya dan upaya untuk merubah apa yang sudah ditetapkan-Nya. Kita hanya terus bisa berdoa dan berusaha agar suatu hari nanti kita bisa berdamai dengan kenyataan hidup kita sendiri.

Marilah kita isi hari-hari kita dengan selalu berpositif thinking. Daripada memperburuk keadaan dengan selalu mengkhawatirkan kondisi hidup kita, bukankah akan jauh lebih baik jika kita bisa menerima kenyataan hidup yang mungkin sangat kecil kemungkinannya untuk diubah. Percayalah saja bahwa Tuhan pasti sudah memiliki skenario yang terbaik untuk hidup kita ini. Percayalah bahwa Tuhan pasti sudah merancang jalan hidup kita. Tuhan sudah menuliskan apa yang akan terjadi kepada detik ini, kejadian buruk apa yang akan menimpa kita hari ini dan tentunya Tuhan pasti juga sudah menuliskan kejadian baik dan membahagiakan yang akan kita alami suatu hari nanti. Pemikiran-pemikiran sederhana semacam itulah yang sebenarnya bisa membantu kita untuk bisa berdamai dengan dengan kenyataan hidup.

Jangan menangis dan jangan bersedih. Hadapi ujian apapun bentuknya dengan kesabaran. Hadapilah kenyataan hidup kita dengan selalu berbesar hati. Percayalah, penderitaan dan kenyataan pahit yang kita alami ini tidak akan abadi. Suatu hari nanti, air mata kita akan digantikan dengan senyum kebahagiaan. Jika kita merasa masih susah untuk menerima kenyataan hidup, maka bacalah buku Berdamai Dengan Kenyataan Hidup: The Art of Life: Bangkit dari Kegagalan dan Raih Kesuksesan Karya Dewi Indra P. Banyak sekali manfaat positif yang diberikan oleh buku ini. Cara membelinya bagaimana? Cukup klik saja di sini. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdamai Dengan Diri Sendiri Dalam Kepahitan Hidup

Seandainya saja ada yang bertanya, kehidupan seperti apakah yang kalian mau? Pastinya kita bakalan menjawab “kehidupan yang indah”. Sangat normal jika kebanyakan manusia selalu ingin hidupnya yang berjalan indah, mulus, tanpa hambatan apapun. Tapi sayangnya, hidup tidaklah seperti itu. Adakalanya ada kegetiran dan kepahitan dalam hidup kita. Semua itu tidak akan bisa kita jalani dengan baik jika kita tidak mau berlapang dada menerima kepahitan itu. Semua itu tidak akan bisa kita lewati jika kita tidak bisa berdamai dengan diri kiti sendiri. Menerima kenyataan pahit itu bukanlah sesuatu yang tidak bermanfaat. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika kita bisa menerima kenyataan pahit di dalam hidup kita. Salah satu dari manfaat tersebut adalah hikmah atau nilai pesan dari kepahitan hidup yang kita rasakan. Berikut ini adalah beberapa nilai yang akan kita dapatkan jika kita bisa berdamai dengan diri sendiri dan kenyataan pahit di dalam hidup kita. Pertama, hidup adalah...

Janganlah Bersedih Terlalu Lama, Segeralah Berdamai Dengan Kehilangan

  Setiap orang akan mengalami fase hidupnya sendiri-sendiri. Salah satu fase tersebut adalah kita akan mendapatkan sesuatu, dan kita juga akan kehilangan sesuatu. Datang dan pergi, adalah sesuatu yang wajib ada dalam kehidupan kita. Seseorang pasti akan datang dalam hidup kita, dan dia pun kelak pasti akan meninggalkan kita. Itu adalah kenyataan hidup yang wajib kita pahami dan juga wajib untuk kita yakini. Hal inilah yang kemudian menjadi kita akhirnya harus bersiap-siap dengan sesuatu yang bernama “kehilangan”, dan ini jugalah yang kemudian akan membuat kita untuk menyiapkan hati kita sekuat mungkin untuk bisa berdamai dengan kehilangan . Untuk melakukan semua itu, bukanlah hal yang mudah. Ini beda dengan pelajaran yang memiliki rumus atau pola-pola tertentu. Untuk bisa berdamai dengan kehilangan , kita harus punya keahlian khusus. Kita juga harus punya semangat dan cara yang jitu agar kita tidak terus menerus meratapi sebuah kehilangan. Berikut ini adalah beberapa cara agar ka...

Mengatasi Overthinking dengan Sebuah Perubahan

Perubahan itu adalah sesuatu yang wajib, tentunya bagi kita yang berharap bahwa hidup kita akan terus membaik dari waktu ke waktu. Kita pastinya bosan dengan hidup yang seperti itu terus. Hidup dengan gaya yang sangat minimalis, serba kekurangan pasti membuat kita selalu overthinking. Kita selalu mengkhawatirkan terhadap banyak hal, baik itu untuk hari ini maupun masa depan. Nah, untuk mengatasi overthinking terhadap kehidupan itu, salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah berubah. Yups, kita harus berubah untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik, untuk bisa mendapatkan kehidupan yang juga jauh lebih baik lagi. Lalu bagaimana caranya? Berikut ini adalah beberapa cara perubahan yang bisa kita lakukan untuk hidup kita. Pertama,  cut yourself some slack . Maksudnya adalah bahwa penting bagi kita untuk mengurangi waktu luang kita. Sekarang, mari kita hitung-hitungan, lebih banyak manakah antara waktu produktif kita dengan waktu non produktif kita? Jujurlah pada diri sendiri, ap...