Langsung ke konten utama

Rekomendasi Enam Buku Psikologi Klinis Terbaik Buat Kamu

 



Ilmu psikologi itu terbagi menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah psikologi klinis. Apakah itu psikologis klinis? Di dalam ilmu psikologi, kita mengenal psikologi klinis sebagai salah satu cabang ilmu psikologi yang berfokus pada diagnosis dan pengobatan gangguan emosional, perilaku, serta masalah gangguan kesehatan mental. Banyak sekali masalah yang bisa disembuhkan dengan menggunakan ilmu klinis, seperti misalnya ketidakmampuan dalam belajar, depresi, stress berat, gangguan makan, gangguan kecemasan, rasa takut yang berlebihan, ketergantungan obat dan masih banyak lainnya. Jadi bisa diartikan bahwa psikologi klinis adalah gabungan antara ilmu psikologi dan juga ilmu pengobatan tentang berbagai masalah rumit yang dialami oleh manusia. Lagi-lagi, mempelajari ilmu ini bukanlah sesuatu yang mudah. Ada banyak referensi buku yang kita butuhkan. Apakah saja buku -buku tersebut? Berikut ini adalah rekomendasi buku psikologi klinis bagi kalian yang sedang mendalami ilmu psikologi klinis.

Pertama adalah Beyond Behaviors: Using Brain Science and Compassion to Understand and Solve Children's Behavioral Challenges, karya Mona Delahooke. Banyak sekali orang yang memberikan sambutan positif terhadap buku keren ini. Karya Dr. Mona Delahooke ini merupakan buku psikologi klinis yang melampaui harapan banyak para pembaca. Rata-rata orang yang membaca buku ini adalah para terapis anak. Mereka beranggapan bahwa tidak ada buku lain yang membahas perilaku manusia seperti yang dilakukan Dr. Delahooke. Buku ini mendorong perubahan paradigma lengkap dalam penilaian dan penanganan masalah perilaku anak. Dalam buku ini, Dr. Mona elahooke mengintegrasikan Teori Polyvagal dengan informasi sistem sensorik dan ilmu saraf menjadi bacaan yang menarik. Setiap halaman dipenuhi dengan begitu banyak informasi, sehingga saya harus meluangkan waktu untuk mencernanya. Jadi, buku ini bisa dibilang wajib untuk kalian miliki.

Kedua, Self-Reg: How to Help Your Child (and You) Break the Stress Cycle and Successfully Engage with Life Paperback Karya Dr. Stuart Shanker. Di luar negeri, buku ini seringkali dijadikan sebagai referensi di dalam dunia parenting. Buku ini sangat membantu para orangtua mengetahui banyak tentang anak-anak mereka, terutama mereka yang memiliki kecemasan sosial yang melemahkan. Buku psikologi klinis ini merupakan sebuah mahakarya yang sangat cemerlang. Dalam buku, para pembaca bisa menemukan terobosan yang mencerahkan mengenai kenakalan anak-anak. Maka tidak salah rasanya kalau para guru dan pakar parenting merekomendasikan buku kepada orang tua, pendidik, atau ahli kesehatan mental yang ingin memahami anak-anak di tingkat terdalam, dan yang menginginkan teknik praktis untuk membantu anak terbebas dari stress dan depresi yang dirasakannya.

Ketiga, Overcoming Borderline Personality Disorder: A Family Guide for Healing and Change karya Valerie Porr. Sesuai judulnya, buku ini dikhususkan membahas berbagai hal seputar Borderline Personality Disoreder atau gangguan yang bikin Anda kesulitan mengendalikan emosi dan reaksi Anda. Buku psikologi klinis ini memperluas welas asih manusia lebih dari sekadar saran sederhana tentang beradaptasi dan memberikan hiburan bagi orang-orang yang menderita Borderline Personality Disorder. Buku ini sangat keren dan layak untuk dimiliki bagi kalian para orangtua, calon orangtua, guru atau orang-orang yang ingin lebih mendalami seputar boderline personality disorder. Ada banyak informasi dan tips penting di dalamnya, yang jelas akan sangat rugi jika kalian sampai tidak memiliki buku yang seratus persen keren ini.

Keempat, Motivational Interviewing in Health Care: Helping Patients Change Behavior (Applications of Motivational Interviewing) karya tiga penulis keren yaitu Stephen Rollnick, William R. Miller dan juga Christopher C. Butler. Buku psikologi klinis ini ditulis khusus untuk profesional perawatan kesehatan. Buku ini sangat disukai banyak orang karena menyajikan alat yang ampuh untuk meningkatkan komunikasi dengan pasien dan membimbing mereka dalam membuat pilihan untuk meningkatkan kesehatan mereka, mulai dari penurunan berat badan, olahraga, dan berhenti merokok, hingga kepatuhan pengobatan dan praktik seks yang lebih aman. Buku yang sangat bagus. Sebenarnya, buku ini sangat bagus untuk kursus atau pelatihan kesehatan. Akan tetapi, buku ini jauh menyenangkan untuk dibaca dan dipahami dan dirasakan manfaatnya bagi kita semua.

Kelima, Terapi Depresi karya Heri Susilo. Sama seperti judulnya, buku ini memang diperuntukkan pagi para terapis atau orang-orang yang ingin menyembuhkan dirinya sendiri dan orang lain dari gangguan kejiwaan bernama depresi. Tidak bisa dipungkiri bahwa depresi itu adalah sesuatu yang menakutkan karena bisa menimpa siapa saja, tanpa kenal status ekonomi, jenis kelamin, strata sosial maupun usia. Melalui buku psikologi klinis ini, kita akan memahami beberapa terapi untuk menghilangkan depresi. Dengan Emotional Freedom Techniques (EFT) yang mudah dan sederhana, Anda akan dibimbing untuk melepaskan masalah, menguapkan emosi, menerima kenyataan, mengikhlaskan, memaafkan, serta melakukan pengendalian diri terhadap masalah-masalah baru yang mungkin muncul di masa mendatang. Buku ini benar-benar bagus dan sangat bermanfaat. Kalau kalian tertarik dengan buku ini, kalian bisa klik di sini.

Terakhir, The Heart of Trauma: Healing the Embodied Brain in the Context of Relationships (Norton Series on Interpersonal Neurobiology) karya Bonnie Badenoch. Buku psikologi klinis yang satu ini bisa dibilang benar-benar ajaib dan penuh ide cemerlang. Di sepanjang buku ini, Bonnie Badenoch mendemonstrasikan bagaimana penelitian dalam ilmu saraf membantu kita menemukan cara efektif untuk menyembuhkan dari efek trauma yang merusak dalam hidup kita. Setiap beberapa halaman dia mengundang kita untuk berhenti sejenak untuk merenungkan pengalaman kita sendiri. Kita akan dibuat paham dengan berbagai macam pertanyaan kenapa kita harus trauma? Kenapa kita tidak bisa berdamai dengan kepahitan di masa lalu dan lain sebagainya Salah satu nilai lebih dari buku ini adalah kualitas atmosfer kasih sayang yang sangat besar kepada para pembaca. Saat membaca buku ini, tidak ada kesan bahwa kita disalahkan karena trauma yang kita alami, tapi secara tidak sadar sebenarnya kita sedang disembuhkan dengan membaca buku ini.

Demikian tadi enam buku psikologi klinis yang pastinya sangat keren dan juga sangat layak untuk kita miliki. Setiap orang, rentan dengan masalah kejiwaan. Terlebih pada masa-masa seperti ini, jadi tidak ada salahnya jika kita memperbanyak membaca buku-buku psikologi agar kita bisa mengenal apa yang kita rasakan, mendeteksi apa yang sedang kita alami dan syukur-syukur jika kita bisa menyembuhkan diri dari gangguan mental yang sedang kita alami. Terima kasih sudah membaca artikel ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Sepanjang Masa dengan Hidup Sederhana (Part: 2 - Tamat)

Kelima, luangkanlah waktumu untuk diam.   Maksudnya adalah bahwa adakalanya kita memang harus bisa diam untuk beberapa saat. Di saat suasana hening tersebutlah, kita bisa lebih memahami dan mendalami tentang “apa sih yang sebenarnya kita butuhkan.” Mungkin selama ini kita berpikir bahwa kita butuh A, tapi dalam keheningan tersebut kita bisa berpikir lebih jernih, apakah kita benar-benar membutuhkan A? ataukah, ada hal lain yang sebenarnya kita butuhkan? Keheningan bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih, termasuk mengenai bagaimana hidup sederhana yang dia inginkan. Keenam, Jauhilah perbandingan. Untuk bisa hidup bahagia, maka jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Terima saja apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, dan jangan pernah terus menerus memikirkan apa yang diterima oleh orang lain. Membayangkan nikmat yang dirasakan oleh orang lain hanya akan membuat kita terus menerus merasa haus, merasa nggak pernah cukup dan lain sebagainya. Janganlah seperti kebanyak...

Toxic Masculinity, Sebuah Norma Sosial yang Berdampak Buruk Bagi Mental Laki-Laki (Bagian 2 - Tamat)

Keempat,   men must be able to deal with their own problems . Kalimat ini adalah alasan mengapa di luar sana ada beberapa pria yang sering diejek ketika curhat mengenai masalahnya, “Cowok kok curhat? Cowok itu harus tegar! Nggak boleh lemah macam ini!” Tidak ada salahnya dengan mencurahkan perasaan kita atau apa yang sedang kita alami kepada orang lain. Ini bukan masalah tidak bisa menghadapi masalah, bahkan dengan curhat sebenarnya kita sedang mengatasi masalah kita sendiri. Kekesalan, emosi, kecewa dan lainnya akan meradang jika hanya disimpan di dalam hati. Hal tersebut bisa saja memicu depresi, serangan jantung dan lain sebagainya. Jadi anggapan bahwa seorang pria tidak boleh curhat itu adalah sebuah toxic masculinity yang harus kita lawan. Jangan pernah lagi katakan   “Halah, cowok kok galau urusan pacar! Cemen!”  kepada seorang pria yang sedang curhat, karena yang butuh advice atau saran itu bukan wanita saja, laki-laki juga berhak mendapatkan saran agar hidupnya ja...

Buku Self Improvement Terbaik Untuk Kamu yang Sedang Memperbaiki Diri

Setiap orang pasti butuh perubahan, butuh peningkatan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin statis atau tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Orang yang tampan, pasti ingin semakin tampan. Orang yang cantik, pasti ingin semakin cantik dan orang yang sukses pun pasti ingin bertambah sukses, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang pun seharusnya juga mengalami peningkatan. Hanya saja, tidak semua orang memahami bagaimana caranya self improvement tersebut. Bagi kalian yang tidak tahu bagaimana caranya self improvement, berikut ini adalah beberapa buku self improvement terbaik buat kalian yang sedang bersemangat memperbaiki diri. Buku self improvement terbaik yang pertama adalah  Self-Driving: Menjadi Driver atau Passenger?  Karya dari Prof. Rhenald Kasali. Buku ini cukup menarik untuk dibaca karena lagi-lagi buku ini membuat kita terus berpikir untuk memperbaiki mindset kita. Bagaimana pun juga jika kita ingin sukses, maka kita harus mau merubah mindset kita. Ta...