Langsung ke konten utama

Bagaimana Cara Berdamai dari Berbagai Hal yang Tidak Kamu Sukai di Dunia ini?




Dalam hidup, tidak selamanya kita bertemu dengan hal - hal yang berbau manis atau menyenangkan. Adakalanya kita harus siap menerima kenyataan yang paling pahit sekalipun. Hanya saja, dari awal kita ini sudah disetting dengan berbagai bentuk keindahan. Sudah ada mindset di pikiran kita bahwa yang manis itu selalu indah, dan hal - hal yang pahit di sekitar kita itu selalu menyesakkan dada dan tidak mengenakkan. Seseorang bisa dikatakan telah berdamai dengan kehidupannya ketika bisa menerima apapun yang terjadi di dalam hidupnya, baik atau buruk. Tapi hal semacam itu tentunya tidaklah mudah, perlu beberapa tips untuk bisa berdamai dengan kehidupan kita sendiri. Lalu bagaimana cara berdamai dengan berbagai terjadi di dalam kehidupan kita?

Pertama, jika kita punya masa lalu yang buruk, maka kita juga harus bisa berdamai dengan masa lalu yang buruk kita. Lalu bagaimana cara berdamai dengan masa lalu kita? Caranya sangatlah mudah. Kita hanya cukup fokus dengan masa depan saja. Apa yang sudah berlalu, biarlah berlalu. Terkadang orang terperangkap dengan masa lalunya. Ia merasa masa lalunya begitu buruk, sehingga membuatnya berpikir bahwa seseorang dengan masa lalu buruk itu tidak berhak mendapatkan masa depan yang indah. Anggapan seperti itu sebenarnya hanya dimiliki oleh orang pesimis dan pengecut. Sebagai seseorang yang ingin sesuatu lebih baik, harusnya kita berpikir bahwa masa lalu itu tak ubahnya seperti kaca spion. Kita hanya bisa memandangnya sesekali saja, untuk berjaga-jaga agar kita terhindar dari kecelakaan. Bukan berarti bahwa kita harus berjalan sambil terus menerus melihat ke kaca spion itu, karena hal yang sedemikian bisa membuat kita terjatuh ke lubang yang sama.

Kedua, jika kita punya keadaan yang mungkin menurut kita agak jauh berbeda bila dibandingkan orang lain, maka kita juga harus tahu bagaimana cara berdamai dengan keadaan kita sendiri. Jangan biarkan kita ikutan pusing dengan mengikuti komentar orang lain. Mereka sama sekali tidak tahu apa yang kita rasakan, mereka tidak tahu bagaimana hidup dengan gaji pas pasan. Tidak perlu malu jika hanya punya smartphone di bawah dua jutaan. Tapi malulah jika kamu berusaha keras mengubah keadaanmu hanya karena bujuk rayu orang lain. Sekalipun kamu ingin berubah, maka perubahan tersebut seharusnya ditujukan untuk dirimu sendiri, berubahlah karena ingin membahagiakan diri sendiri bukan untuk membahagiakan orang lain.

Ketiga, jika pasangan hidup kita tidak seperti apa yang kita harapkan, maka kita juga harus paham betul tentang bagaimana cara berdamai dengan pasangan kita. Bagaimana pun juga kita tidak boleh sakit hati, kecewa dengan ketidaksempurnaan pasangan kita. Don't ask other people to be perfect, because you too are very far from perfection. Jangan meminta orang lain untuk menjadi sempurna, karena kamu pun sangat jauh dari kesempurnaan. Sebagai manusia yang berakal, kita harus tahu bahwa kesempurnaan itu tidak ada di dunia ini. Semakin kita berusaha mencari kesempurnaan, maka hal tersebut akan semakin melelahkan untuk kita. Daripada menuntut kesempurnaan, seharusnya kita bisa lebih bersyukur. Jika kita seorang wanita, maka bersyukurlah memiliki pasangan yang bertanggung jawab dan setia. Sedangkan jika kita adalah laki - laki, maka bersyukurlah punya pasangan hidup yang penuh dengan kelembutan. Bagi banyak wanita, cara terpendek menuju kesempurnaan adalah kelembutan, dan bagi laki - laki, salah satu bentuk kesempurnaan adalah kesetiaan dan juga tanggungjawabnya.

Keempat, kita juga harus bisa berdamai dengan diri kita sendiri. Kita tidak boleh terus menerus menghakimi dengan berbagai macam sisi negatif di dalam diri kita. Untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik ke depannya, maka mau tidak mau kita harus tahu bagaimana cara berdamai dengan diri sendiri. Menerima diri kita apa adanya adalah salah satu bentuk cara berdamai dengan diri sendiri. Mencintai diri sendiri pun juga bisa menjadi salah satu bentuk berdamai dengan diri sendiri. Berhentilah menyiksa diri sendiri dengan terlalu banyak menuntut kemampuan yang melebihi dari capability kita. Berhentilah untuk menyiksa dan menghakimi diri sendiri. Jika bukan kita sendiri yang memperlakukan diri kita dengan baik, lalu siapa lagi?

Demikian tadi seklias tentang bagaimana cara berdamai yang harus kita ketahui. Jika hati kita masih belum bisa merasa tenang, maka itu merupakan salah satu indikasi bahwa kita masih sulit untuk menerima dan berdamai dengan diri sendiri. Hapuslah perasaan semacam itu. Jika kita masih belum tenang dengan berbagai hal di sekitar kita, maka segeralah berdamai. Jika kalian masih ada pertanyaan atau ada hal lainnya tentang cara berdamai yang ingin kalian ketahui, maka silakan klik saja di sini dan juga di sini. Terima kasih, dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Sepanjang Masa dengan Hidup Sederhana (Part: 2 - Tamat)

Kelima, luangkanlah waktumu untuk diam.   Maksudnya adalah bahwa adakalanya kita memang harus bisa diam untuk beberapa saat. Di saat suasana hening tersebutlah, kita bisa lebih memahami dan mendalami tentang “apa sih yang sebenarnya kita butuhkan.” Mungkin selama ini kita berpikir bahwa kita butuh A, tapi dalam keheningan tersebut kita bisa berpikir lebih jernih, apakah kita benar-benar membutuhkan A? ataukah, ada hal lain yang sebenarnya kita butuhkan? Keheningan bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih, termasuk mengenai bagaimana hidup sederhana yang dia inginkan. Keenam, Jauhilah perbandingan. Untuk bisa hidup bahagia, maka jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Terima saja apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, dan jangan pernah terus menerus memikirkan apa yang diterima oleh orang lain. Membayangkan nikmat yang dirasakan oleh orang lain hanya akan membuat kita terus menerus merasa haus, merasa nggak pernah cukup dan lain sebagainya. Janganlah seperti kebanyak...

Toxic Masculinity, Sebuah Norma Sosial yang Berdampak Buruk Bagi Mental Laki-Laki (Bagian 2 - Tamat)

Keempat,   men must be able to deal with their own problems . Kalimat ini adalah alasan mengapa di luar sana ada beberapa pria yang sering diejek ketika curhat mengenai masalahnya, “Cowok kok curhat? Cowok itu harus tegar! Nggak boleh lemah macam ini!” Tidak ada salahnya dengan mencurahkan perasaan kita atau apa yang sedang kita alami kepada orang lain. Ini bukan masalah tidak bisa menghadapi masalah, bahkan dengan curhat sebenarnya kita sedang mengatasi masalah kita sendiri. Kekesalan, emosi, kecewa dan lainnya akan meradang jika hanya disimpan di dalam hati. Hal tersebut bisa saja memicu depresi, serangan jantung dan lain sebagainya. Jadi anggapan bahwa seorang pria tidak boleh curhat itu adalah sebuah toxic masculinity yang harus kita lawan. Jangan pernah lagi katakan   “Halah, cowok kok galau urusan pacar! Cemen!”  kepada seorang pria yang sedang curhat, karena yang butuh advice atau saran itu bukan wanita saja, laki-laki juga berhak mendapatkan saran agar hidupnya ja...

Buku Self Improvement Terbaik Untuk Kamu yang Sedang Memperbaiki Diri

Setiap orang pasti butuh perubahan, butuh peningkatan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin statis atau tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Orang yang tampan, pasti ingin semakin tampan. Orang yang cantik, pasti ingin semakin cantik dan orang yang sukses pun pasti ingin bertambah sukses, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang pun seharusnya juga mengalami peningkatan. Hanya saja, tidak semua orang memahami bagaimana caranya self improvement tersebut. Bagi kalian yang tidak tahu bagaimana caranya self improvement, berikut ini adalah beberapa buku self improvement terbaik buat kalian yang sedang bersemangat memperbaiki diri. Buku self improvement terbaik yang pertama adalah  Self-Driving: Menjadi Driver atau Passenger?  Karya dari Prof. Rhenald Kasali. Buku ini cukup menarik untuk dibaca karena lagi-lagi buku ini membuat kita terus berpikir untuk memperbaiki mindset kita. Bagaimana pun juga jika kita ingin sukses, maka kita harus mau merubah mindset kita. Ta...