Langsung ke konten utama

Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Usia Dini



Kita pasti pernah mendengar sebuah kalimat bahwa anak - anak zaman sekarang itu sedikit berbeda dengan anak - anak zaman dulu. Jika kita bandingkan dengan anak - anak pada zaman kita, bisa dibilang bahwa anak - anak zaman sekarang memiliki sopan santun yang lebih rendah daripada anak - anak di zaman kita. Sebagai contohnya adalah dulu, kita begitu takut dan hormat kepada kedua orangtua. Tapi lihatlah anak - anak zaman sekarang, mereka lebih senang berada di luar dan melakukan berbagai kegiatan yang membuat kedua orangtuanya resah. Dulu, kita selalu mendengarkan dengan baik - baik perkataan kedua orangtua. Sekarang, anak - anak memasang headset ketika sedang diajak ngobrol oleh orangtuanya. Kenapa bisa seperti itu? Hal tersebut dikarenakan kurangnya kebiasaan baik yang ditanamkan kepada mereka sejak usia dini.

Menjadi orangtua memang tidaklah mudah. Pekerjaan orangtua itu tidak hanya sekedar memberikan makan dan minum, tapi juga pendidikan moral. Anak - anak harus dididik untuk memiliki moralitas yang baik, dan itu tentunya tidaklah sebentar, butuh waktu yang lama untuk membentuk sebuah karakter baik pada diri anak - anak kita. Bagaimana caranya? Berikut ini adalah beberapa kebiasaan baik yang bisa kita tanamkan kepada anak - anak kita sejak usia dini;

Pertama, mengucapkan terima kasih saat menerima sesuatu dari orang lain. Anak - anak harus dididik tentang bagaimana caranya menghargai pemberian orang lain, salah satunya adalah dengan mengucapkan terima kasih. Sebagai contoh ketika ada salah satu anggota keluarga yang memberikan anak kita sesuatu, latihlah dia untuk mengucapkan “Terima kasih ya om, tante”. Mengucapkan terima kasih adalah salah satu kebiasaan baik juga harus dimiliki oleh anak - anak kita. Kelak ketika mereka dewasa, mereka akan mudah bersyukur, dan menghargai kebaikan hati orang lain. Oh ya, anak - anak juga harus dididik untuk berterima kasih ketika mereka menerima pertolongan dari siapapun.

Kedua, mengucapkan maaf setelah melakukan kesalahan. Setiap orang tidak akan pernah luput dari kesalahan, begitu juga anak - anak kita. Apalagi anak - anak kita, masih belum paham betul mengenai benar dan salah. Ketika mereka ingin memukul seseorang, maka mereka akan segera melakukannya. Jangan biarkan anak kita tumbuh menjadi sosok yang temperamental dan tidak berperasaan. Ajarkan kepadanya untuk segera meminta maaf setiap kali melakukan kesalahan. Ajarkan juga kepada anak - anak kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Dengan demikian, kelak anak kita akan tumbuh sebagai orang yang berkarakter kuat, anak dengan kebiasaan baik yaitu mudah meminta maaf dan juga mudah memaafkan. Anak - anak kita juga akan paham, bahwa menyakiti orang lain itu bukanlah sebuah perbuatan yang baik.

Ketiga, mengucapkan “tolong” ketika meminta bantuan. Kebiasaan baik selanjutnya yang juga harus diajarkan kepada anak - anak sejak kecil adalah mengucapkan tolong setiap kali meminta bantuan. Hal yang harus diingat oleh orangtua adalah tidak segera memberikan bantuan kepada anaknya, sebelum anak tersebut mengawali permintaan tolongnya tersebut dengan kata “tolong”. Seperti misalnya “ambilkan gelas, bu.” Maka ajarkanlah anak untuk merubah kalimat tersebut menjadi, “Tolong ambilkan gelas, bu.” Ketika anak kita sudah terbiasa mengucapkan “tolong” setiap kali mereka butuh bantuan, maka kelak anak - anak kita akan tumbuh sebagai seseorang yang sopan, berakhlak baik, dan tentunya bisa menghormati orang lain.

Keempat, membungkukkan badan dan mengucapkan “permisi” ketika melintas di depan orang. Kebiasaan baik yang satu ini sudah sedikit hilang pada anak - anak zaman sekarang. Rata - rata, mereka nyelonong begitu saja setiap kali melintas di hadapan orang banyak. Tentunya, kita tidak mau melihat anak kita tumbuh sebagai orang seperti itu kan? Maka dari itu, latihlah anak - anak mengucapkan permisi setiap kali melintas di depan orang. Pertama kali, kitalah yang memberikan contoh. Semisal kita melintasi beberapa orang, maka kita harus mengucapkan, “Permisi” Anak - anak akan melihat apa yang kita lakukan, kemudian merekamnya dan akan mencontohnya kelak ketika mereka dewasa.

Kelima, mengucapkan salam ketika masuk rumah. Hal ini sangat jarang ditemukan pada anak - anak zaman sekarang. Sebagian besar dari mereka akan langsung masuk ke rumah, tanpa ketuk pintu apalagi mengucapkan salam. Itulah mengapa kebiasaan baik mengucapkan salam ini sebisa mungkin ditanamkan kepada anak - anak sejak mereka masih kecil. Pertama - tama, kita yang memberikan contoh. Kita ucapkan salam setiap kali masuk rumah, dan anak - anak kita akan merekam apa yang mereka dengar dan yang mereka lihat. Kemudian mereka akan menyimpannya ke dalam memori otak lalu melakukannya kelak ketika mereka beranjak dewasa.

Keenam, berpamitan ketika hendak berpergian. Setiap orangtua pasti merasa khawatir ketika anaknya pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu. Mereka tidak tahu anaknya sedang berada di mana, sedang berbuat apa dan sedang bersama siapa? Untuk mencegah kekhawatiran tersebut, perlu untuk ditanamkan kebiasaan baik kepada anak - anak kita agar mereka selalu berpamitan setiap kali mereka keluar rumah. Untuk mempermudah penanaman kebiasaan tersebut, maka orangtua pun juga harus membiasakan berpamitan kepada si kecil saat berangkat kerja atau ke luar rumah, meskipun hanya beberapa meter dari rumah. Dengan begitu anak - anak kita akan merasa berarti dan tahu kemana orangtuanya pergi.

Demikian tadi beberapa kebiasaan baik yang harus kita tanamkan kepada anak - anak kita sejak mereka masih kecil. Perlu diketahui bahwa mendidik sejak usia dini itu jauh lebih mudah dan lebih efektif. Anak - anak kita ibarat kertas putih, ibarat kaset yang masih kosong dan bisa kita isi dengan apa saja. Jika kita isi dengan hal - hal yang baik, maka mereka akan mengingatnya sebagai sebuah kebaikan, dan sebaliknya. Jika kalian masih ingin tahu hal - hal baik yang bisa ditanamkan kepada anak - anak sejak usia kecil, silakan klik di sini. Terima kasih banyak sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Sepanjang Masa dengan Hidup Sederhana (Part: 2 - Tamat)

Kelima, luangkanlah waktumu untuk diam.   Maksudnya adalah bahwa adakalanya kita memang harus bisa diam untuk beberapa saat. Di saat suasana hening tersebutlah, kita bisa lebih memahami dan mendalami tentang “apa sih yang sebenarnya kita butuhkan.” Mungkin selama ini kita berpikir bahwa kita butuh A, tapi dalam keheningan tersebut kita bisa berpikir lebih jernih, apakah kita benar-benar membutuhkan A? ataukah, ada hal lain yang sebenarnya kita butuhkan? Keheningan bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih, termasuk mengenai bagaimana hidup sederhana yang dia inginkan. Keenam, Jauhilah perbandingan. Untuk bisa hidup bahagia, maka jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Terima saja apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, dan jangan pernah terus menerus memikirkan apa yang diterima oleh orang lain. Membayangkan nikmat yang dirasakan oleh orang lain hanya akan membuat kita terus menerus merasa haus, merasa nggak pernah cukup dan lain sebagainya. Janganlah seperti kebanyak...

Toxic Masculinity, Sebuah Norma Sosial yang Berdampak Buruk Bagi Mental Laki-Laki (Bagian 2 - Tamat)

Keempat,   men must be able to deal with their own problems . Kalimat ini adalah alasan mengapa di luar sana ada beberapa pria yang sering diejek ketika curhat mengenai masalahnya, “Cowok kok curhat? Cowok itu harus tegar! Nggak boleh lemah macam ini!” Tidak ada salahnya dengan mencurahkan perasaan kita atau apa yang sedang kita alami kepada orang lain. Ini bukan masalah tidak bisa menghadapi masalah, bahkan dengan curhat sebenarnya kita sedang mengatasi masalah kita sendiri. Kekesalan, emosi, kecewa dan lainnya akan meradang jika hanya disimpan di dalam hati. Hal tersebut bisa saja memicu depresi, serangan jantung dan lain sebagainya. Jadi anggapan bahwa seorang pria tidak boleh curhat itu adalah sebuah toxic masculinity yang harus kita lawan. Jangan pernah lagi katakan   “Halah, cowok kok galau urusan pacar! Cemen!”  kepada seorang pria yang sedang curhat, karena yang butuh advice atau saran itu bukan wanita saja, laki-laki juga berhak mendapatkan saran agar hidupnya ja...

Buku Self Improvement Terbaik Untuk Kamu yang Sedang Memperbaiki Diri

Setiap orang pasti butuh perubahan, butuh peningkatan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin statis atau tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Orang yang tampan, pasti ingin semakin tampan. Orang yang cantik, pasti ingin semakin cantik dan orang yang sukses pun pasti ingin bertambah sukses, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang pun seharusnya juga mengalami peningkatan. Hanya saja, tidak semua orang memahami bagaimana caranya self improvement tersebut. Bagi kalian yang tidak tahu bagaimana caranya self improvement, berikut ini adalah beberapa buku self improvement terbaik buat kalian yang sedang bersemangat memperbaiki diri. Buku self improvement terbaik yang pertama adalah  Self-Driving: Menjadi Driver atau Passenger?  Karya dari Prof. Rhenald Kasali. Buku ini cukup menarik untuk dibaca karena lagi-lagi buku ini membuat kita terus berpikir untuk memperbaiki mindset kita. Bagaimana pun juga jika kita ingin sukses, maka kita harus mau merubah mindset kita. Ta...