Langsung ke konten utama

Berdamai Dengan Rasa Marah, Buku Motivasi Buat Kamu yang Ingin Mendamaikan Hati



Dalam satu hari saja, terkadang ada satu bahkan banyak peristiwa yang membuat hati kita bergemuruh, membuat hati kita kesal. Setiap orang pasti pernah mengalami peristiwa tidak mengenakkan semacam ini. Ketika kita sedang kesal dan marah, biasanya kita tidak akan bisa berpikir dengan jernih. Apa yang kita lakukan terlihat sangat tidak rasional seperti marah-marah, membanting kursi, melempar piring dan lain sebagainya. Kondisi semacam inilah yang membuat kita bisa sangat rentan dengan penyakit. That’s why, kita selalu diminta untuk bisa mendamaikan hati, menenangkan pikiran, dan caranya adalah melalui berdamai dengan rasa marah itu sendiri. Saat kita bingung dan tidak tahu bagaimana caranya berdamai dengan rasa marah? Maka saat itulah kita butuh buku motivasi yang bisa menjernihkan pikiran kita untuk bisa mengontrol dan mengenalikan amarah kita.

Rasa marah bukan untuk dihilangkan, karena adakalanya marah pun juga dibutuhkan di dalam hidup kita. Tapi dalam hal ini yang ditekankan adalah bagaimana cara kita menyelesaikan masalah tanpa harus marah-marah. Tema menarik semacam inilah yang diusung oleh seorang penulis hebat bernama Era Findiani dalam bukunya yang berjudul BERDAMAI DENGAN RASA MARAH: Karena Tidak Selamanya Marah sanggup Menyelesaikan Semua Masalah. Ada banyak hal menarik yang ditawarkan oleh buku motivasi keren yang satu ini, dan semuanya tidak jauh jauh dari manajemen emosi.

Buku Berdamai dengan Rasa Marah ini dimulai dengan sebuah provokasi, “Kalau Ingin Marah, Marahlah dengan Bijak.” Masalahnya, tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang orang kalau lagi marah cenderung kalap. Mereka bukan saja merendahkan oranglain tapi juga merendahkan diri mereka sendiri. Seperti misalnya mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya, main hakim sendiri, tidak mau mendengarkan alasan yang sebenarnya, dan lain sebagainya. Inilah mengapa pada bab pertama di buku motivasi ini, penulis sengaja menyisipkan beberapa kutipan agar kita lebih berhati-hati ketika sedang meluapkan emosi. Salah satunya adalah kutipan dari Oprah Winfrey yang berbunyi, ‘Yang paling saya tahu tentang marah adalah, dia lebih banyak melukai diri sendiri ketimbang orang yang kita marahi’

Buku motivasi ini juga menjelaskan kepada kita tentang arti marah yang sebenarnya. Sebelum kita mengetahui apa itu makna dari sebuah kemarahan, kita sudah disadarkan terlebih dahulu dengan sebuah quote terkenal dan menarik dari Ralp Waldo Emerson yang berbunyi “For every minute you remain angry, you give up sixty second of peace of mind” yang artinya adalah bahwa untuk setiap menit kamu marah, kamu kehilangan enam puluh detik kedamaian pikiran. Dari sini saja, kita sudah dipahamkan terlebih dahulu bahwa intinya marah itu bukanlah sesuatu yang bermanfaat. Nggak hanya tidak memiliki manfaat sama sekali, bahkan marah itu juga sangat merugikan kita, karena ketika kita marah maka kesempatan kita untuk mendapatkan kedamaian itu hilang.

Buku motivasi juga menjelaskan kita tentang berbagai hal bisa disebabkan oleh rasa marah yang berlebihan. Bab ini tentunya juga tak kalah pentingnya agar kita bisa berpikir ribuan bahkan jutaan kali sebelum kita melampiaskan amarah kita. Salah satu akibat dari rasa marah yang dijelaskan dalam buku Berdamai dengan Rasa Marah ini adalah kemarahan dapat menyebabkan rasa sedih, stres hingga depresi. Orang yang marah itu identik dengan stress, jiwa mereka seperti tertekan sehingga mereka harus melampiaskan emosi mereka yang meluap-luap.

Hal yang paling ditunggu tunggu dari buku motivasi berjudul Berdamai dengan Rasa Marah ini pastinya adalah strategi untuk menjinakkan rasa marah. Poin ini bisa kalian temukan di bab kelima, dimana penulis berusaha menjelaskan secara terperinci tentang apa yang seharusnya kita lakukan untuk bisa menjinakkan rasa marah tersebut. Salah satunya adalah dengan menenangkan diri. Kita bisa menjinakkan rasa marah dengan cara mengambil napas panjang dan menutup mata. Kemudian kita biarkan oksigen mengisi otak kita dan membuat kita sedikit lebih rileks dan tenang. Pada saat itulah tanpa kita sadari energi-energi negatif itu akan perlahan-lahan hilang. Masih ada banyak lagi cara yang bisa kita lakukan untuk menjinakkan rasa marah.

Demikian tadi sekilas tentang sebuah buku motivasi berjudul BERDAMAI DENGAN RASA MARAH: Karena Tidak Selamanya Marah sanggup Menyelesaikan Semua Masalah karya Era Findiani. Sekali lagi, buku ini benar-benar keren dan sangat bermanfaat bagi kita yang ingin belajar tentang bagaimana cara mengendalikan rasa marah. Kita tidak bisa menolak pendapat bahwa marah itu memang penting untuk menyalurkan emosi kita, tapi meskipun demikian marah bukanlah satu-satunya cara untuk menggambarkan kekecewaan dan sakit hati yang kita rasakan. Bagi kalian yang tertarik untuk membeli buku keren ini, silakan saja klik di sini. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga saja artikel barusan bisa bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Sepanjang Masa dengan Hidup Sederhana (Part: 2 - Tamat)

Kelima, luangkanlah waktumu untuk diam.   Maksudnya adalah bahwa adakalanya kita memang harus bisa diam untuk beberapa saat. Di saat suasana hening tersebutlah, kita bisa lebih memahami dan mendalami tentang “apa sih yang sebenarnya kita butuhkan.” Mungkin selama ini kita berpikir bahwa kita butuh A, tapi dalam keheningan tersebut kita bisa berpikir lebih jernih, apakah kita benar-benar membutuhkan A? ataukah, ada hal lain yang sebenarnya kita butuhkan? Keheningan bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih, termasuk mengenai bagaimana hidup sederhana yang dia inginkan. Keenam, Jauhilah perbandingan. Untuk bisa hidup bahagia, maka jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Terima saja apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, dan jangan pernah terus menerus memikirkan apa yang diterima oleh orang lain. Membayangkan nikmat yang dirasakan oleh orang lain hanya akan membuat kita terus menerus merasa haus, merasa nggak pernah cukup dan lain sebagainya. Janganlah seperti kebanyak...

Toxic Masculinity, Sebuah Norma Sosial yang Berdampak Buruk Bagi Mental Laki-Laki (Bagian 2 - Tamat)

Keempat,   men must be able to deal with their own problems . Kalimat ini adalah alasan mengapa di luar sana ada beberapa pria yang sering diejek ketika curhat mengenai masalahnya, “Cowok kok curhat? Cowok itu harus tegar! Nggak boleh lemah macam ini!” Tidak ada salahnya dengan mencurahkan perasaan kita atau apa yang sedang kita alami kepada orang lain. Ini bukan masalah tidak bisa menghadapi masalah, bahkan dengan curhat sebenarnya kita sedang mengatasi masalah kita sendiri. Kekesalan, emosi, kecewa dan lainnya akan meradang jika hanya disimpan di dalam hati. Hal tersebut bisa saja memicu depresi, serangan jantung dan lain sebagainya. Jadi anggapan bahwa seorang pria tidak boleh curhat itu adalah sebuah toxic masculinity yang harus kita lawan. Jangan pernah lagi katakan   “Halah, cowok kok galau urusan pacar! Cemen!”  kepada seorang pria yang sedang curhat, karena yang butuh advice atau saran itu bukan wanita saja, laki-laki juga berhak mendapatkan saran agar hidupnya ja...

Buku Self Improvement Terbaik Untuk Kamu yang Sedang Memperbaiki Diri

Setiap orang pasti butuh perubahan, butuh peningkatan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin statis atau tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Orang yang tampan, pasti ingin semakin tampan. Orang yang cantik, pasti ingin semakin cantik dan orang yang sukses pun pasti ingin bertambah sukses, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang pun seharusnya juga mengalami peningkatan. Hanya saja, tidak semua orang memahami bagaimana caranya self improvement tersebut. Bagi kalian yang tidak tahu bagaimana caranya self improvement, berikut ini adalah beberapa buku self improvement terbaik buat kalian yang sedang bersemangat memperbaiki diri. Buku self improvement terbaik yang pertama adalah  Self-Driving: Menjadi Driver atau Passenger?  Karya dari Prof. Rhenald Kasali. Buku ini cukup menarik untuk dibaca karena lagi-lagi buku ini membuat kita terus berpikir untuk memperbaiki mindset kita. Bagaimana pun juga jika kita ingin sukses, maka kita harus mau merubah mindset kita. Ta...