Langsung ke konten utama

Bahagia Itu Sederhana, Beginilah Resepnya (Part 2 - End)




Ketujuh, prioritaskanlah keluarga. Punya teman banyak memang ada manfaatnya. Tapi bagaimanapun juga keluarga adalah bagian terdekat dalam hidup kita yang harus kita prioritaskan. Ketika kita berada di dalam kesedihan, keluargalah yang pertama mengulurkan tangannya untuk kita. Jika kita merasa sudah terlalu sering meningggalkan keluarga kita, maka sesekali pulanglah. Duduklah bersama keluarga kita, menonton acara televisi atau sekedar makan kwaci. Nikmati setiap momen bersama keluarga kita, bersama orang-orang yang mencintai kita dan siap melakukan segalanya untuk kita. Bukahkah bahagia itu ketika kita bisa lebih dekat dengan orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita?

Kedelapan, selalu optimis. Rasa pesimis atau rendah diri adalah salah satu virus yang bisa membuat kita tidak bahagia. Jika kita sedang terpuruk dan merasa segalanya seakan-akan sulit bagi kita, maka segeralah bangkit. Yakinkanlah kepada diri kita sendiri bahwa tidak ada yang sulit di dunia ini. Ketika kita bisa selalu merasa optimis, maka akan begitu mudah bagi kita untuk bahagia. Hal ini dikarenakan bahwa bahagia itu tergantung bagaimana cara pandang kita dalam menjalani kehidupan kita sendiri. Jika kita selalu merasa optimis dan bahagia, maka kita pun pasti bisa lebih bahagia dari sebelumnya.

Kesembilan, rajin berolahraga. Tidak sedikit orang yang meremehkan olahraga. Mereka berpikir bahwa olahraga itu hanya buang-buang waktu. Daripada untuk berolahraga, mereka lebih memilih untuk fokus dengan pekerjaan mereka. Pola pikir semacam itu salah besar. Bagaimana pun juga, olah raga itu penting. Tidak hanya bagi kesehatan tubuh, tapi juga untuk kebahagiaan kita. Ketika kita sedang berolahraga, maka secara tidak langsung serotonin dan endorfin pada tubuh kita akan meningkat. Sekedar informasi saja, serotonin akan membantu tubuh lebih rileks dan membuat tidur lebih baik. Sedangkan endorfin itu bisa membantu mood lebih baik sehingga Anda bisa lebih bahagia tiap harinya. Akhirnya kita tahu kan bahwa bahagia itu sangat sederhana dan menyehatkan?

Kesepuluh, be positive. Maksudnya adalah bahwa aura kebahagiaan seseorang itu tergantung kepada bagaimana seseorang dalam menjalani hidupnya. Jika seseorang terlalu sering menilai negatif kepada hidupnya, maka dia pun akan merasakan hal yang negatif. Sebaliknya, jika seseorang selalu merasa positif, maka dia pun juga akan mendapatkan sesuatu yang lebih positif dan lebih baik. Sebagaimana sebuah kalimat bijaksana dari Puff Daddy, “Positive attracts positive, negative attracts negative.” Hal semacam ini juga berlaku untuk kebagaiaan. Jika kita merasa bahagia, maka kita pun pasti akan bahagia. Inilah yang kemudian membuat kita sadar bahwa bahagia itu tidak akan muncul dengan sendirinya, kecuali kitalah yang menciptakan kebahagiaan itu sendiri.

Kesebelas, tersenyumlah dan berkilaulah. Pastinya, banyak dari kita yang mungkin lebih sering tersenyum di kala hati sedang gembira saja. Namun sebenarnya, pola pikir semacam itu adalah pola pikir yang kurang tepat. Tersenyumlah, maka kamu akan bahagia. Tidak percaya? Maka buktikan saja? Cobalah awali harimu dengan cemberut, maka bisa dipastikan bahwa hari-harimu akan berawan, tidak cerah sama sekali. Akan jauh berbeda bila kita bisa mengawali hari dengan tersenyum, maka kita akan jauh lebih optimis di dalam menjalani hari-hari kita.

Keduabelas, makan makanan yang sehat. Apa hubungannya antara makanan sehat dan kebahagiaan? Ada dong, kebahagiaan itu bisa dipengaruhi oleh makanan yang kita konsumsi. Mungkin kalian belum tahu bahwa bahagia itu ada hubungannya dengan makanan yang masuk ke dalam perut kita. Usahakanlah agar kita jangan asal makan, tapi makanlah makanan yang cukup kandungan karbohidrat dan juga proteinnya. Hal ini dikarenakan karbohidrat sangat berperan penting dalam terlepasnya serotonin, si hormon kebahagiaan. Sedangkan protein memiliki tugas mulia untuk melepaskan dopamin dan norepinefrin, senyawa inilah yang kemudian bisa meningkatkan konsentrasi.

Terakhir, lakukanlah ritual self-care. Ketika kita sedang merasa penat, lelah, sedih, kecewa dengan rutinitas sehari-hari, ada baiknya kita melakukan beberapa ritual self-care yang juga bisa berfungsi sebagai stress release atau melepaskan stress. Seperti misalnya mendengarkan musik, mandi air hangat, spa dan lain sebagainya. Jika tubuh kita sudah terlepas dari stress, maka otot-otot kita bisa sedikit lebih santai. Akhirnya, kita pun bisa merasakan bahagia dan semakin yakin bahwa bahagia itu begitu dekat dengan diri kita, hanya terkadang kita saja yang membuatnya terlihat sangat sulit untuk dirasakan.

Demikian beberapa resep bahagia yang akan membuat kita yakin bahwa sebenarnya bahagia itu sangatlah sederhana. Mungkin selama ini, kita sendirilah yang menjauh dari kebahagiaan itu atau justru terlalu larut menikmati kesedihan yang kita rasakan. Jika kalian tertarik untuk memiliki buku yang bisa membuat kalian merasa bahagia, maka klik saja di sini. Bagi kalian yang sedang merasa bersedih hati, maka kalian juga bisa klik di sini agar kesedihan yang kalian rasakan bisa segera berakhir. Terima kasih karena sudah membaca artikel ini. Semoga, artikel ini bisa bermanfaat bagi juta semua, aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Sepanjang Masa dengan Hidup Sederhana (Part: 2 - Tamat)

Kelima, luangkanlah waktumu untuk diam.   Maksudnya adalah bahwa adakalanya kita memang harus bisa diam untuk beberapa saat. Di saat suasana hening tersebutlah, kita bisa lebih memahami dan mendalami tentang “apa sih yang sebenarnya kita butuhkan.” Mungkin selama ini kita berpikir bahwa kita butuh A, tapi dalam keheningan tersebut kita bisa berpikir lebih jernih, apakah kita benar-benar membutuhkan A? ataukah, ada hal lain yang sebenarnya kita butuhkan? Keheningan bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih, termasuk mengenai bagaimana hidup sederhana yang dia inginkan. Keenam, Jauhilah perbandingan. Untuk bisa hidup bahagia, maka jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Terima saja apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, dan jangan pernah terus menerus memikirkan apa yang diterima oleh orang lain. Membayangkan nikmat yang dirasakan oleh orang lain hanya akan membuat kita terus menerus merasa haus, merasa nggak pernah cukup dan lain sebagainya. Janganlah seperti kebanyak...

Toxic Masculinity, Sebuah Norma Sosial yang Berdampak Buruk Bagi Mental Laki-Laki (Bagian 2 - Tamat)

Keempat,   men must be able to deal with their own problems . Kalimat ini adalah alasan mengapa di luar sana ada beberapa pria yang sering diejek ketika curhat mengenai masalahnya, “Cowok kok curhat? Cowok itu harus tegar! Nggak boleh lemah macam ini!” Tidak ada salahnya dengan mencurahkan perasaan kita atau apa yang sedang kita alami kepada orang lain. Ini bukan masalah tidak bisa menghadapi masalah, bahkan dengan curhat sebenarnya kita sedang mengatasi masalah kita sendiri. Kekesalan, emosi, kecewa dan lainnya akan meradang jika hanya disimpan di dalam hati. Hal tersebut bisa saja memicu depresi, serangan jantung dan lain sebagainya. Jadi anggapan bahwa seorang pria tidak boleh curhat itu adalah sebuah toxic masculinity yang harus kita lawan. Jangan pernah lagi katakan   “Halah, cowok kok galau urusan pacar! Cemen!”  kepada seorang pria yang sedang curhat, karena yang butuh advice atau saran itu bukan wanita saja, laki-laki juga berhak mendapatkan saran agar hidupnya ja...

Buku Self Improvement Terbaik Untuk Kamu yang Sedang Memperbaiki Diri

Setiap orang pasti butuh perubahan, butuh peningkatan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin statis atau tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Orang yang tampan, pasti ingin semakin tampan. Orang yang cantik, pasti ingin semakin cantik dan orang yang sukses pun pasti ingin bertambah sukses, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang pun seharusnya juga mengalami peningkatan. Hanya saja, tidak semua orang memahami bagaimana caranya self improvement tersebut. Bagi kalian yang tidak tahu bagaimana caranya self improvement, berikut ini adalah beberapa buku self improvement terbaik buat kalian yang sedang bersemangat memperbaiki diri. Buku self improvement terbaik yang pertama adalah  Self-Driving: Menjadi Driver atau Passenger?  Karya dari Prof. Rhenald Kasali. Buku ini cukup menarik untuk dibaca karena lagi-lagi buku ini membuat kita terus berpikir untuk memperbaiki mindset kita. Bagaimana pun juga jika kita ingin sukses, maka kita harus mau merubah mindset kita. Ta...