Langsung ke konten utama

Berdamai dengan Rasa Marah dan Jangan Berprasangka Buruk

 



Marah adalah hal yang sangat wajar dan bisa dimaklumi di dalam diri manusia. Setiap orang bisa saja marah, kapan saja dan di mana saja. Tapi marah kepada orang yang salah, di tempat yang salah, tanpa alasan yang tepat dan dengan cara yang tepat, adalah bukan sesuatu yang wajar. Sebisa mungkin, kita harus bisa mengatasi overthinking dengan tidak mudah marah-murah. Kita harus bisa berdamai dengan rasa marah.

Hanya saja, sebagian orang beranggapan bahwa marah itu menunjukkan kekuatan kita. Semakin kuat seseorang, maka semakin kuat pula amarahnya. Mungkin kalimat tersebut berlaku untuk kehidupan di hutan rimba, tapi sebenarnya kalimat tersebut tidak berlaku untuk manusia. Kekuatan manusia bisa dilihat dari kemampuannya di dalam bersabar. Orang yang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat atau berperang, tetapi yang mampu mengendalikan hawa nafsunya ketika marah. Pola pemikiran seperti itulah yang seharusnya kita tanamkan untuk bisa mengatasi overthinking di dalam diri kita.

Berdamai dengan rasa marah bisa diartikan dengan sebuah usaha untuk mengendalikan amarah kita. Sebuah usaha yang tak mudah untuk merubah kita menjadi sosok yang lebih bijaksana, sosok yang tahu bagaimana cara mengatasi overthinking di balik semua peristiwa tidak mengenakkan yang terjadi di dalam hidup kita. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengendalikan amarah kita.

Pertama, berhentilah berprasangka buruk. Prasangka buruk merupakan salah satu bentuk dari serangkaian cara untuk mengatasi overthinking. Ketika kita merasa kecewa terhadap seseorang, pasti banyak sekali pikiran buruk yang melintas di pikiran kita tentang si orang tersebut. Semakin kita memikirkan si orang tersebut, maka akan semakin banyak lagi potensi kita merasa kecewa. Semakin besar pula amarah yang bergemuruh di dada. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk tidak berprasangka buruk kepada orang lain, terlebih mereka yang sudah mengecewakan kita.

Kedua, berusaha untuk tetap diam. Hal yang dipahami oleh sebagian besar orang adalah diam itu selalu identik dengan kekalahan. Diam membuat kita semakin direndahkan dan terhina. Jika orang terus menerus mempertahankan pola pikir seperti itu, maka sampai dinosaurus hidup lagi pun, mereka tidak akan bisa mengatasi overthinkingnya. Cobalah sesekali, hilangkan pola pemikiran semacam itu. Diam bisa menjadi salah satu bentuk cara kita berdamai dengan rasa marah. Setidaknya, ketika kita diam, kita tidak sedang menuruti ego kita untuk membalas kemarahan dengan kemarahan serupa. Setidaknya ketika kita diam, sebenarnya kita sedang mengirimkan sinyal kepada otak bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Ketiga, cobalah tinjau ulang kembali penyebab kamu marah. Hal yang jarang dilakukan oleh sebagian besar orang ketika marah adalah meninjau ulang permasalahan. Sebagian dari kita lebih mementingkan bagaimana caranya menyalurkan kekesalan kita, kekecewaan kita tanpa mau memikirkan penyebab lain di balik peristiwa tidak mengenakkan itu. Misalnya seorang wanita yang memarahi kekasihnya karena telat datang di malam mingguann. Padahal ada banyak faktor yang bisa saja menyebabkan keterlambatan itu, seperti hujan, kemacetan dan lain sebagainya. Untuk mengatasi overthinking, kita harus tahu bahwa kita tidak boleh terlalu curiga terhadap seseorang. Bisa saja ada alasan tertentu di balik sebuah kesalahan, baik itu kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Keempat, berpikirlah sebelum berkata-kata. Ketika kita sedang diselimuti rasa marah, maka seakan-akan hati kita ini bergemuruh, panas, seperti air mendidih. Di saat seperti itulah kita sering kehilangan kendali atau kontrol terhadap diri kita sendiri. Kita sangat mudah untuk terpancing emosi, dan sangat mudah pula untuk mengatakan sesuatu yang nantinya akan Anda sesali. Luangkan waktu sejenak untuk menenangkan pikiran sebelum kamu mengatakan apapun. Kendalikan hatimu, jangan biarkan oranglain memberikan komentar miring yang bisa membakar emosimu dan menggagalkan rencanamu untuk mengatasi overthinking di otakmu. Ketika semuanya benar-benar tenang, maka barulah kamu sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan, tapi dengan catatan, katakanlah isi hatimu itu dengan selembut-lembutnya.

Kelima, tunjukkan kekecewaanmu dengan cara yang bijaksana. Setelah Anda tenang, ekspresikan kekecewaanmu dengan bijaksana. Jangan malu-malu dan ragu ragu untuk mengungkapkan rasa frustrasi dan kekecewaanmu dengan cara yang tegas, tapi tidak konfrontatif. Dengan demikian, rencanamu untuk mengatasi overthinking di otakmu bisa terlaksana tanpa harus menyakiti hati orang lain.

Keenam, cobalah untuk menarik nafas dalam-dalam. Tidak banyak orang yang tahu bahwa salah satu cara paling mudah untuk mengendalikan rasa marah adalah dengan menarik napas dalam-dalam. Seorang dosen dari Saint Louis University, Amerika Serikat yang bernama Robert Nicholson, Ph.D menyatakan tubuh menjadi tegang saat kita marah. Ketika kita menarik nafas dalam-dalam, ada aliran udara yang mengalir ke otak kita, yang kemudian membuat kita bisa sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Untuk mengatasi overthinking, kita tidak perlu harus bersusah-payah. Ada cara yang cukup sederhana dan mudah untuk mengendalikan amarah kita, seperti misalnya dengan menarik nafas dalam-dalam.

Demikian beberapa untuk bisa berdamai dengan rasa marah. Andai kita bisa mengatasi overthinking dan mengendalikan pikiran kita untuk tidak marah-marah. Jika kamu ingin tahu banyak tentang bagaimana cara berdamai dengan rasa marah, kalian bisa klik di sini. Terima kasih dan semoga bermafaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Sepanjang Masa dengan Hidup Sederhana (Part: 2 - Tamat)

Kelima, luangkanlah waktumu untuk diam.   Maksudnya adalah bahwa adakalanya kita memang harus bisa diam untuk beberapa saat. Di saat suasana hening tersebutlah, kita bisa lebih memahami dan mendalami tentang “apa sih yang sebenarnya kita butuhkan.” Mungkin selama ini kita berpikir bahwa kita butuh A, tapi dalam keheningan tersebut kita bisa berpikir lebih jernih, apakah kita benar-benar membutuhkan A? ataukah, ada hal lain yang sebenarnya kita butuhkan? Keheningan bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih, termasuk mengenai bagaimana hidup sederhana yang dia inginkan. Keenam, Jauhilah perbandingan. Untuk bisa hidup bahagia, maka jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Terima saja apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, dan jangan pernah terus menerus memikirkan apa yang diterima oleh orang lain. Membayangkan nikmat yang dirasakan oleh orang lain hanya akan membuat kita terus menerus merasa haus, merasa nggak pernah cukup dan lain sebagainya. Janganlah seperti kebanyak...

Toxic Masculinity, Sebuah Norma Sosial yang Berdampak Buruk Bagi Mental Laki-Laki (Bagian 2 - Tamat)

Keempat,   men must be able to deal with their own problems . Kalimat ini adalah alasan mengapa di luar sana ada beberapa pria yang sering diejek ketika curhat mengenai masalahnya, “Cowok kok curhat? Cowok itu harus tegar! Nggak boleh lemah macam ini!” Tidak ada salahnya dengan mencurahkan perasaan kita atau apa yang sedang kita alami kepada orang lain. Ini bukan masalah tidak bisa menghadapi masalah, bahkan dengan curhat sebenarnya kita sedang mengatasi masalah kita sendiri. Kekesalan, emosi, kecewa dan lainnya akan meradang jika hanya disimpan di dalam hati. Hal tersebut bisa saja memicu depresi, serangan jantung dan lain sebagainya. Jadi anggapan bahwa seorang pria tidak boleh curhat itu adalah sebuah toxic masculinity yang harus kita lawan. Jangan pernah lagi katakan   “Halah, cowok kok galau urusan pacar! Cemen!”  kepada seorang pria yang sedang curhat, karena yang butuh advice atau saran itu bukan wanita saja, laki-laki juga berhak mendapatkan saran agar hidupnya ja...

Buku Self Improvement Terbaik Untuk Kamu yang Sedang Memperbaiki Diri

Setiap orang pasti butuh perubahan, butuh peningkatan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin statis atau tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Orang yang tampan, pasti ingin semakin tampan. Orang yang cantik, pasti ingin semakin cantik dan orang yang sukses pun pasti ingin bertambah sukses, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang pun seharusnya juga mengalami peningkatan. Hanya saja, tidak semua orang memahami bagaimana caranya self improvement tersebut. Bagi kalian yang tidak tahu bagaimana caranya self improvement, berikut ini adalah beberapa buku self improvement terbaik buat kalian yang sedang bersemangat memperbaiki diri. Buku self improvement terbaik yang pertama adalah  Self-Driving: Menjadi Driver atau Passenger?  Karya dari Prof. Rhenald Kasali. Buku ini cukup menarik untuk dibaca karena lagi-lagi buku ini membuat kita terus berpikir untuk memperbaiki mindset kita. Bagaimana pun juga jika kita ingin sukses, maka kita harus mau merubah mindset kita. Ta...